Hamburg
Hamburg
New York
San Francisco
+49 3656 4567 Mon - Fri 09:00 - 17:00 12 Main Street Pt. Hamburg Germany
+1 2223 4567 Mon - Fri 09:00 - 17:00 4th Avenue Kingston St. New York
+1 8887-3342 Mon - Fri 09:00 - 17:00 55th Floor Paulsson Bd. SF
Ceritified
ISO 9001:2008
The Best
#1 in Germany
Number #1
Suplier in region
Get A Quote

Potensi dan Kompetensi

Oleh : Andreas Gian Purwoko, SE

Setiap orang sudah diberi “bekal” atau “modal” oleh Tuhan ketika hidup di dunia. Si Aijo langsung protes ketika dengar kalimat saya. “Modal apa? Wong aku dilahirkan dari orang tua yang tidak memiliki apa-apa alias miskin!”, begitu kata dia.

“Sek ta Jo. Dengarkan dulu. Kamu punya otak?” tanyaku. “Yo duwe to. Gemblung opo kowe?”, katanya dengan sewot. ‘”Duwe tangan?”, aku meneruskan pertanyaan. “La iki opo!”, seru Aijo sambil menggampar pundakku dengan kedua tangannya, karena jengkel.  “Boleh tak tuku Rp. 1 Miliar otakmu? Terus tanganmu tak tuku Rp. 100 juta?”, tanyaku lagi. “Ya gak boleh to”, jawabnya tegas. “Lo jare mau gak duwe opo-opo?”, kataku sambil senyum-senyum karena liat Aijo yang tadi marah-marah sekarang hanya melongo.

Ada berapa banyak diantara kita seperti Aijo tadi? Mindset atau pola pikir yang tidak mau bersyukur. Pola piker yang selalu melihat kekurangan atau sisi negatif. Ketika mindset atau pola pikir kita masih seperti Aijo, jangan berharap kita akan mendapatkan kebahagiaan.

Modal yang diberikanTuhan kepada kita berupa potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Potensi ini memang berbeda-beda dan tidak sama setiap orang. Seringkali kita tidak bisa melihat atau menemukan potensi yang kita miliki. Hanya sebagian orang saja yang mampu menemukan sendiri potensinya. Sebagian yang lain butuh orang lain untuk melihat. Sebagian lagi memang tidak ada niat untuk menemukan itu. Maka, hal pertama untuk menemukan potensi diri adalah dengan mengenal diri sendiri secara mendalam.

Tidak cukup sampai disini. Setelah potensi diri ditemukan, maka kita harus mengembangkannya. Caranya dengan melatih terus menerus. Belajar dan belajar. Dengan demikian potensi akan menjadi kemampuan/keahlian/kompetensi. Ini yang dibutuhkan kita untuk bertahan hidup, menjalani hidup dan menghidupi. Semakin tinggi kemampuan, tugas yang dipikul semakin banyak, dan tanggungjawab yang kita emban juga semakin besar.

Ribuan anggota CU Sang Timur, ada banyak potensi di sana. CU Sang Timur harus berupaya untuk menggali potensi anggota dan bersama-sama mengembangkannya. Ketika potensi berhasil ditemukan, dikembangkan, dan digabungkan akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat. Tujuan CU didirikan akan mudah tercapai, sejahtera bersama. Anggota bahagia, CU Sang Timur semakin jaya!

Mari bersama-sama menjadi saluran rahmat Tuhan bagi semua!

Ayo… Ajak rekan se-kasur (suami/istri/anak), rekan se-dapur (orang tua/adik/kakak/mertua), dan rekan se-umur (tetangga/teman kerja/kenalan) untuk menjadi anggota CU Sang Timur.

Like dan Share-kan kabar gembira ini kepada semua orang.

Lihat, Dengar dan Rasakan!
CU Sang Timur.
It belongs to me!!!

About the author

Leave a Reply

Text Widget

Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Donec sed odio dui. Etiam porta sem malesuada.

Recent Works